BENGKALISDumaiRiau

‎Media Online Dumai Ancam Gugat Apical Group, Manager Humas Belum Beri Klarifikasi

Monday, March 16, 2026, March 16, 2026 WAT
Last Updated 2026-03-15T21:06:00Z
Advertisement


Dumai
, Lintaskriminal.com - Puluhan pengusaha media online di Kota Dumai berencana melayangkan gugatan perdata terhadap APICAL Group, Senin (23/2/2026). Gugatan tersebut terkait tunggakan pembayaran kerja sama penerbitan infotorial yang hingga kini belum diselesaikan.


‎Salah seorang owner media online di Dumai, Rio AS, menyampaikan bahwa langkah hukum akan ditempuh jika tidak ada kejelasan pembayaran dalam waktu dekat.
‎“Kalau tidak juga ada kejelasan, kita bakal layangkan tuntutan secara perdata. Kita sudah sabar menunggu, namun kekecewaan yang kita terima,” ujar Rio, Senin (23/2/2026).

‎Menurutnya, jika persoalan ini masuk ke ranah perdata, maka tidak hanya nominal tagihan yang menjadi pembahasan, tetapi juga potensi kerugian yang dialami masing-masing perusahaan media selama menunggu pembayaran.

‎“Ini sudah berlarut-larut. Tentu ada kerugian di masing-masing media online yang sudah sabar menunggu, tapi akhirnya malah kecewa,” tegasnya.

‎Ia berharap pihak perusahaan segera menunaikan kewajiban sesuai kesepakatan awal dengan masing-masing media.

‎“Kalaupun tidak lanjut kerja sama, setidaknya tunaikan kewajiban sesuai dengan kesepakatan. Jangan malah merugikan,” tambahnya.

‎Sebelumnya, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Dumai juga mendesak APICAL Group untuk segera melunasi tagihan kerja sama dengan sejumlah media online.

‎Ketua SMSI Dumai, Ganda Jaya Siregar, pada Senin (16/2/2026) menegaskan bahwa perusahaan seharusnya menunjukkan itikad baik dengan membayar seluruh tagihan yang telah jatuh tempo.

‎"Seharusnya APICAL Group menunaikan kewajibannya terkait kerja sama penerbitan infotorial dengan beberapa media online di Kota Dumai. Tagihan ini sudah terlalu lama tertunda,” ujarnya.

‎Menurut Ganda, sebagian besar tunggakan berasal dari kerja sama tahun 2025 dan hingga memasuki Februari 2026 belum juga diselesaikan.

‎“Ini sudah lewat tahun. Apalagi sebentar lagi masuk bulan puasa, manajemen seharusnya segera melunasi kewajiban tersebut,” tegasnya.

‎Ia juga menyesalkan alasan efisiensi anggaran yang disampaikan perusahaan sebagai dasar penghentian kerja sama, sementara kewajiban pembayaran belum sepenuhnya dipenuhi.

‎“Walaupun kerja sama tidak dilanjutkan lagi, bukan berarti kewajiban bisa diabaikan. Semua harus diselesaikan sesuai kesepakatan,” tambahnya.

‎Disebutkan, nilai tunggakan bervariasi. Ada media yang masih tertunggak dua bulan, ada pula yang satu bulan, baik media online maupun cetak.

‎Sementara itu, perwakilan internal APICAL Group yang disebut bernama Faisal menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pembayaran sesuai kemampuan perusahaan. Namun, keputusan akhir disebut berada di tangan manajemen.

‎“Kita sudah usahakan, tapi semua manajemen memutuskan karena efisiensi anggaran,” ujarnya saat ditemui awak media di salah satu kafe di Jalan Tegalega, Senin (16/2/2026).

‎Ia mengakui terdapat media yang menerima pembayaran sebagian, namun ada juga yang belum menerima pembayaran sama sekali.

‎“Ada yang dibayar separuh dan ada juga yang tidak dibayarkan karena efisiensi anggaran,” tambahnya.

‎Hal serupa disampaikan pihak internal lain bernama Fahmi, yang menegaskan bahwa kebijakan efisiensi merupakan keputusan manajemen pusat.

‎Terpisah, konfirmasi juga telah disampaikan kepada Manager Humas APICAL Group Dumai, Michael Jeffery, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (24/2/2026). Namun hingga berita ini dimuat, yang bersangkutan belum memberikan jawaban ataupun tanggapan resmi terkait polemik tunggakan kerja sama tersebut.

‎Sikap bungkam dari pihak manajemen humas ini semakin memicu kekecewaan sejumlah pengusaha media yang berharap adanya kejelasan dan itikad baik dari perusahaan.
‎Sumber : Dumai satu

Red


TrendingMore